Materi Perkuliahan Basis Data Pertemuan 1 - 3

Nama                    : Ayu Tri Lestari

NIM                      : 2307010156

Prodi                      : Pendidikan Administrasi Perkantoran

Dosen Pengampu    Dr. Agung Kuswantoro, S.Pd., M.Pd.

Mata Kuliah            : Aplikasi Pengolah Basis Data


Data dan Informasi

Data berupa keterangan yang benar dan nyata serta keterangan atau bahan nyata yang dapat dijadikan dasar kajian (analisis atau kesimpulan) informasi dalam bentuk yang dapat diproses oleh komputer, seperti representasi digital dari teks, angka, gambar grafis, atau suara

Gambar diatas merupakan data karena pada gambar diatas memuat data nim nama mahasiswa dan alamat dari mahasiswa

Informasi berupa penerangan dan pemberitahuan; kabar atau berita tentang sesuatu serta keseluruhan makna yang menunjang amanat yang terlihat dalam bagian bagian amanat itu


Gambar diatas termasuk dalam kategori informasi karena pada gambar tertera informasi arahan petunjuk dimana letak pintu keberangkatan dan arahan keberadaan loket tiket kereta api

Sistem Perangkat unsur yang secara teratur saling berkaitan sehingga membentuk suatu totalitas.  memiliki susunan yang teratur dari pandangan, teori, asas, dan sebagainya. 


Gambar diatas merupakan sistem, karena operator kampus melakukan kegiatan memasukan data ruangan perkuliahan yang kemudian data tersebut masuk ke database kampus dan kemudian dari database tersebut mahasiswa dan dosen dapat melihat informasi mengenai ruangan perkuliahan.


Manfaat Sistem Informasi

Berikut ini adalah manfaat dari Sistem Informasi:

1. Produk dan Layanan Baru

2. Penyimpanan Informasi

3. Pengambilan Keputusan Sederhana

4. Perubahan Perilaku


Teknologi Informasi

Information Technology (IT) dalam bahasa Indonesia – teknologi informasi (TI) adalah teknologi yang menggunakan computer untuk mengumpulkan, memproses, menyimpan, melindungi, dan mentransfer informasi. Hari ini, adalah sangat umum untuk menggunakan istilah Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) atau Information Communication Technology (ICT) karena sudah bercampurnya peralatan computer dengan peralatan komunikasi sehingga mereka merupakan suatu kesatuan sehingga tidak terbayangkan untuk bekerja pada computer yang tidak terhubung ke jaringan (Network).

Perangkat Teknologi Informasi (TI)

Hardware, Software, Database, dan Network. Tujuan teknologi informasi adalah untuk menyediakan sarana informasi data yang lebih baik, pesan dalam bentuk catatan tertulis atau cetak, audio, atau video, dengan menggunakan kabel, atau nirkabel. Teknologi informasi memainkan peranan penting dalam penanganan informasi sehingga lebih cepat, tepat, akurat, dan efisien.

Sistem Informasi

Information (Informasi) adalah “sesuatu fakta yang dapat dimengerti oleh pemilik/penggunanya”. (Collins Dictionary). Sebagai contoh, misalkan sesorang mendapat surat dalam sebuah amplop. Namun setelah dibaca, di dalam surat tersebut yang berisi angka-angka dan si pembaca tidak mengerti isi surat tersebut. Itu bukan sebuah informasi bagi si penerima surat.

Peran Sistem Informasi dalam Bisnis

1. Pertama, orang-orang yang bertanggung jawab pada strategi bisnis dan keunggulan kompetitif perusahaan. Mereka biasa disebut dengan Manajer Strategis (level 1) seperti CEO, Direktur, dan sebagainya. 

2. Kedua, orang-orang yang bertanggung jawab pada pengambilan keputusan di lingkungan internal. Mereka disebut Manajer taktis (Level 2), seperti Manajer, Supervisor, dan sebagainya. 

3. Ketiga, orang-orang yang bertanggung jawab pada jalannya perusahaan secara operasional. Mereka disebut Operasional (Level 3), seperti Kepala bagian, atau bahkan staf operasional.

Karakter Sistem Informasi

1. Sistem Operasional

Pada tingkat sistem operasional, perhatian utama transaksi adalah untuk mengumpulkan, memvalidasi, dan mencatat data transaksional yang menggambarkan perolehan atau pengeluaran sumber daya perusahaan. Data keuangan pada piutang usaha, hutang, penggajian dan penerimaan kas harus dicatat ketika terjadi.

2. Sistem Teknis

Sistem Informasi taktis berbeda dari sistem informasi operasional dalam tujuan dasarnya. Tujuan sistem informasi taktis bukan untuk mendukung pelaksanaan tugas-tugas operasional tetapi untuk membantu manajer mengendalikan operasi-operasi ini.

3. Sistem Strategis

Sistem informasi perencanaan strategis dirancang untuk memberikan informasi yang membantu manajer puncak dalam membuat keputusan perencanaan jangka panjang bagi organisasi.

Kategori Sistem Informasi

a. Management Support Systems 

b. Knowledge Work Support Systems 

c. Operational Support Systems

Lingkungan Basis Data

Basis Data sebuah koleksi data yang secara logik saling terkait dan dapat dimanfaatkan bersama (Begg, et al., 2002), yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan informasi organisasi/perusahaan.

DBMS atau Data Base Management Systems, merupakan sebuah lapis perangkat lunak yang menjembatani antara data yang tersimpan dengan pengguna sistem (Date, 2003) dan berfungsi untuk membuat, memelihara, dan menyediakan akses kepada basis data yang dikendalikan oleh administrator basis data.

 Repositori, merupakan sentralisasi semua deskripsi dan penjelasan rinci untuk semua data maupun hubungan antardata tersebut, format layar/laporan, dan komponen sistem lainnya.

Komponen Penunjang Operasional Basis Data

1. Program Kerja

2. Antarmuka pengguna

3. Data dan administrator basis data

4. Computer aided software engineering atau CASE

5. Pengembang

Kategori dalam Aplikasi Basis data

Aplikasi basis data bisa dibagi menjadi lima kategori: basis data pribadi, basis data workgroup, basis data departemen/divisi, basis data perusahaan, dan basis data Web-enabled. Berikut adalah masing-masing kategori dengan contoh yang khas, diikuti oleh beberapa masalah yang umumnya timbul pada masing-masing kategori.

Basis Data Pribadi

Basis data pribadi dirancang untuk memenuhi kebutuhan satu orang pengguna. Basis data pribadi telah lama dikembangkan untuk komputer pribadi (PC), termasuk juga pada laptop.

 Sistem perencanaan sumber daya perusahaan (ERP).

Sistem ERP merupakan hasil evoluasi dari perencanaan kebutuhan bahan (MRP) dan proses manufakturing, menjadi sistem MRP-II yang dilengkapi dengan jadwal penjualan dan distribusi produk. Evolusi berlanjut dengan mencakup fungsi bisnis lainnya sampai diperkenalkannya sistem manajemen perusahaan yang lengkap 40 dan menyeluruh yang disebut ERP. Sistem ERP, dalam implementasinya sangat bergantung pada basis data untuk menyimpan semua data yang dibutuhkan.

Evolusi Sistem Basis Data

Sistem manajemen basis data pertama kali diperkenalkan pada tahun 1960-an dan terus berkembang selama dekade-dekade selanjutnya. Gambar 2.5 menunjukkan sketsa evolusi tersebut dengan fokus pada teknologi basis data yang dominan dalam setiap dekade. Pada kebanyakan kasus, periode pengenalannya cukup panjang, dan teknologi yang digunakan adalah teknologi yang pada awalnya diperkenalkan dalam kurun dekade yang sebelumnya.

Manajemen Sumber Daya Data

Manajemen Data 

manajemen data adalah fungsi dari manajemen informasi. Dan, dapat dikatakan bahwa dengan mengakses data yang relevan secara efisien, keputusan manajemen yang baik dapat dibuat.

Mengelola Data Tradisional

Sebenarnya file dan sistem file tradisional (berbentuk kertas dalam map) adalah sebagai dari akar historis dari database. Mereka memberikan wawasan tentang bagaimana proses manajemen data telah berkembang.

Database Management 

Konsep dasar dari database management adalah mengatur penyimpanan data dalam bentuk table-tabel. Tabel yang terdiri dari barus dan kolom. Dalam dunia database, baris dan kolom biasa disebut dengan records dan fields.

Model Kerelesian

Kerelasian merupakan pemersatu berbagai komponen pemodelan membentuk model RE, dengan demikian kerelasian memiliki nama frase kata kerja. Tapi untuk memahami definisi kerelasian lebih jauh, terlebih dahulu akan dipaparkan pembahasan mengenai beda antara kerelasian dan instan entitas. 

Kerelasian boleh diikuti oleh lebih dari dua tipe entitas, dan satu entitas dapat berpartisipasi dalam lebih dari satu kerelasian. Sesuai rekomendasi sejumlah literatur, bab ini menggunakan kata kerja untuk mewakili kerelasian. Sesuai rekomendasi sejumlah literatur, bab ini menggunakan kata kerja untuk mewakili kerelasian. Kerelasian terjadi karena adanya suatu peristiwa organisasional, dan instan dari kerelasian muncul karena suatu tindakan diberlakukan kepadanya, sehingga kata kerja dipandang sesuai untuk digunakan sebagai label kerelasian. Kata keraj tersebut sebaiknya memiliki bentuk “saat ini” dan bersifat deskriptif. Beberapa pemodel data banyak juga yang lebih memilih format dengan dua kata kerja untuk memberi nama pada sebuah kerelasian. Satu atau dua kata kerja pada dasarnya dapat digunakan sebagai format nama kerelasian selama hal tersebut memperjelas penggambaran model. Atribut pada kerelasian. 

Atribut dapat dikaitkan pada kerelasian banyak ke banyak, kerelasian satu ke satu, atau pada entitas. Misal, perusahaan ingin merekam nilai ketika pegawai menyelesaikan setiap pelatihan



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Data Individu dan Data Kelompok beserta Korelasinya

Data, Informasi dan Sistem dalam Basis Data